Dua raksasa industri musik global, Sony Music Entertainment beserta Universal Music, kembali mengajukan tuntutan hukum terhadap startup kecerdasan buatan, Suno, pada hari Jumat lalu. Langkah hukum lanjutan ini dipicu oleh peluncuran pembaruan sistem AI milik platform tersebut.
Luncurkan Model Anyar, Suno AI Dihantam Gugatan Hukum Baru
Berkas perkara resmi diserahkan kedua label rekaman ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Massachusetts. Menurut pemberitaan Variety, materi gugatan menegaskan bahwa model kecerdasan buatan teranyar Suno berlabel V6 tetap melanggar hak cipta atas katalog lagu yang dinaungi Sony serta Universal.
Suno sendiri berargumen bahwa edisi terkininya telah bersih dari data berhak cipta tanpa izin. Namun, para penggugat meyakini arsitektur baru itu tetap dipelajari dari fondasi model terdahulu, sehingga mereka menyebutnya sebagai “buah yang berasal dari pohon busuk yang sama”.
Pada Juni 202 silam, Suno sebenarnya pernah digugat bersamaan oleh trio label musik terkemuka: Sony, Warner, serta Universal. Walaupun pihak Warner belakangan menarik tuntutan mereka, Sony dan Universal memilih terus melangkah di jalur peradilan.
Sekarang, kabar buruk kembali membayangi sang perintis teknologi melalui aksi hukum jilid dua yang mempersoalkan dugaan pembajakan lagu pada model V6. Di samping menuntut pembayaran ganti rugi, kedua korporasi musik turut mendesak Suno menanggung penuh seluruh ongkos penasihat hukum mereka.
Temukan kabar menarik di Gamebrott seputar Tech maupun ulasan memikat lainnya garapan Andi. Untuk informasi lebih lanjut serta keperluan lainnya, hubungi kami lewat [email protected].



