Kabar mengejutkan baru-baru ini mencuat terkait beredarnya HP Android murah yang telah disusupi malware langsung dari pabrik perakitan. Hal ini jelas mengagetkan publik yang mengira perangkat baru bersegel pabrik pasti terbebas dari ancaman aplikasi berbahaya. Lantas, bagaimana hal itu bisa terjadi?
Penyusupan Malware pada Ponsel Android Murah
Temuan ini pertama kali diungkap oleh para peneliti keamanan siber Bitdefender yang mendeteksi serangan pada rantai pasokan perangkat. Para peretas sukses menyuntikkan kode jahat ke dalam firmware sistem sebelum unit ponsel tersebut dikemas rapi lalu didistribusikan ke pasar global.
Sejumlah varian yang teridentifikasi meliputi jajaran ponsel tangguh asal Tiongkok, seperti Doogee S200 X, Doogee Fire 3 Max, Cubot KINGKONG X, hingga aneka gawai tiruan dari brand ternama. Kebanyakan produk yang terjangkit ini menggunakan prosesor buatan MediaTek.
Secara senyap, malware tersebut menjalankan iklan tersembunyi di sistem latar belakang guna mendulang pundi-pundi uang haram. Lebih gawat lagi, ponsel korban dapat disulap menjadi residential proxy demi memfasilitasi aksi kejahatan siber lain semacam serangan DDoS tanpa pernah disadari pengguna.
Insiden pembajakan gawai murah ini dilaporkan sudah menjangkau puluhan ribu korban di sekitar 150 negara. Mengingat ancaman tersebut menyatu dalam firmware inti, menghapusnya tidak cukup melalui pencopotan aplikasi standar, melainkan memerlukan langkah teknis yang jauh lebih rumit. Oleh sebab itu, konsumen wajib tetap waspada serta selalu memilih produk bereputasi baik saat berbelanja gawai baru, brott!
Simak pula berbagai ulasan informatif Gamebrott lainnya seputar Tech atau tulisan menarik dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].



